Selamat datang di Beauty of Angel, tempat di mana kecantikan dan kepercayaan diri Anda menjadi prioritas. Kami menawarkan perawatan terbaik untuk memperindah penampilan dan memberikan pengalaman yang memanjakan serta menyegarkan.

Keranjang masih kosong

Beauty Of Angel

blog_details

  • June 23, 2025

Sudah mandi dua kali sehari, pakai sabun antibakteri, bahkan kadang pakai bedak atau lotion wangi. Tapi kok tetap saja, begitu berkeringat, bau badan muncul tanpa kompromi?

Kalau kamu pernah mengalami situasi ini, tenang, kamu tidak sendirian. Banyak orang merasa heran kenapa keringat bisa tetap berbau tak sedap meski tubuh sudah bersih. Sering kali, penyebabnya bukan soal kebersihan semata. Ada banyak faktor lain yang diam-diam mempengaruhi bau badan kita.

Nah, sebelum buru-buru menyalahkan sabun atau deodoran yang kamu pakai, yuk cari tahu penyebab keringat bau lewat lima fakta penting berikut ini. Siapa tahu, jawabannya justru tidak kamu duga!

1. Keringat Itu Sendiri Sebenarnya Tidak Berbau

Mungkin mengejutkan, tapi faktanya: keringat yang keluar dari tubuh kita sebenarnya tidak berbau. Keringat terdiri dari air, garam, dan sedikit zat sisa. Yang membuatnya berbau adalah bakteri di permukaan kulit yang memecah protein dalam keringat, terutama dari kelenjar apokrin yang banyak terdapat di ketiak dan area tubuh tertentu.

Nah, ketika bakteri ini aktif bekerja, mereka memproduksi senyawa yang menghasilkan aroma tak sedap. Jadi, bukan keringatnya yang salah, tapi “reaksinya” di kulit.

Tips: Rutin mengganti pakaian dan mengeringkan area lipatan tubuh bisa membantu mencegah bakteri berkembang biak berlebihan.

2. Makanan Tertentu Bisa Mempengaruhi Bau Badan

Pernah dengar kalau makanan yang kita konsumsi bisa “tercium” lewat keringat? Ini bukan mitos. Makanan seperti bawang putih, bawang bombay, daging merah, dan makanan pedas bisa memicu tubuh mengeluarkan senyawa sulfur yang cukup menyengat saat dikeluarkan lewat pori-pori kulit.

Selain itu, konsumsi kafein dan alkohol juga bisa meningkatkan produksi keringat dan memicu bau tak sedap. Jadi, kalau kamu merasa bau badan semakin terasa setelah makan atau minum sesuatu, bisa jadi itu salah satu pemicunya.

3. Stres Bisa Menjadi Pemicu Keringat Berbau

Banyak yang belum sadar bahwa keringat akibat stres lebih bau dibanding keringat karena olahraga. Saat kamu sedang cemas, gugup, atau panik, tubuh mengaktifkan kelenjar apokrin, yang menghasilkan keringat lebih kental dan mengandung protein serta lipid tinggi.

Bakteri menyukai jenis keringat ini karena “nutrisinya” lebih banyak hasilnya? Bau badan yang lebih menyengat. Inilah kenapa kamu bisa merasa lebih bau saat sedang presentasi atau wawancara kerja dibanding saat lari pagi.

4. Faktor Hormon Juga Berperan

Perubahan hormon, baik pada masa pubertas, menstruasi, maupun menopause, dapat mengubah komposisi keringat. Hormon androgen, yang meningkat saat masa remaja atau dalam kondisi tertentu, bisa memicu kelenjar keringat memproduksi lebih banyak cairan.

Itu sebabnya, remaja sering mengalami masalah bau badan lebih mencolok, walau sudah rajin mandi. Begitu juga dengan wanita saat menjelang menstruasi, kadang merasa tubuhnya lebih cepat bau meski tidak banyak berkeringat.

penyebab keringat bau.webp 60.93 KB

5. Parfum yang Tepat Bisa Membantu Menyamarkan Bau Badan

Bicara soal bau, tentu tidak lengkap tanpa membahas solusi wangi. Tapi ingat, memilih parfum yang tepat bukan sekadar soal aroma menyenangkan, tapi juga soal karakter aroma yang bisa menyatu dengan tubuh dan menahan reaksi bau dari keringat.

Salah satu pilihan yang bisa kamu coba adalah Parfum Beauty of Angel, dengan top notes segar dari apel dan cardamom, disusul middle notes floral khas Jasmine Sambac dan hint orange, lalu ditutup dengan aroma earthy moss dan vetiver. Selain tahan lama, parfum ini sudah tersedia dengan sertifikasi halal dan BPOM, jadi kamu tak perlu ragu menggunakannya setiap hari.

Dengan aroma yang segar dan berlapis, parfum seperti ini bukan hanya menutup aroma tidak sedap, tapi juga menambah rasa percaya diri saat kamu harus tampil di keramaian atau menghadapi hari-hari panjang yang sibuk.

Jadi, Solusinya Bukan Hanya Rajin Mandi 

Bau badan memang bisa bikin nggak nyaman, baik untuk diri sendiri maupun orang sekitar. Tapi daripada frustasi karena keringat yang terus berbau meski sudah mandi, lebih baik kita pahami dulu penyebabnya.

Entah karena makanan, stres, hormon, atau reaksi bakteri, semuanya bisa diatasi dengan langkah yang lebih menyeluruh: mulai dari pola hidup bersih, perhatian pada asupan makanan, hingga memilih wewangian yang tepat untuk tubuhmu.

Jangan lupa juga untuk mengganti pakaian setelah beraktivitas berat, membersihkan area lipatan tubuh secara rutin, dan memberi waktu tubuh untuk bernafas tanpa pakaian ketat setiap harinya.

Sudah tahu sekarang apa penyebab keringat bau dan bagaimana mengatasinya? Yuk, mulai evaluasi kebiasaanmu sehari-hari dan berikan sentuhan akhir lewat parfum yang tepat. Saatnya tampil percaya diri dari luar dan dalam! Temukan keharuman yang menyatu denganmu dan jaga aromamu tetap segar setiap saat.

Whatsapp Admin ×

Halo, butuh bantuan memilih produk?