Troli masih kosong


Pasti, banyak pertanyaan di benak kita mengenai keamanan barang yang kita konsumsi sehari-hari. Ditambah, Indonesia merupakan negara yang mayoritas masyarakatnya menganut agama islam. Menjadikan, kehalalan suatu produk yang akan beredar dimasyarakat sebagai topik yang harus diperhatikan secara serius. Disebabkan itu, harus adanya perlindungan hukum mengenai masalah ini untuk melindungi hak-hak konsumen. Di Indonesia kini ada 2 Lembaga yang menjadi patokan masyarakat untuk memastikan keamanan dan kehalalan suatu produk. Yaitu, Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, dan Kosmetika Majelis Utama Indonesia (LPPOM MUI) dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Republik Indonesia (RI). Meskipun kedua Lembaga ini berhubungan tetapi memiliki tugas yang berbeda. Lembaga Pengkajian Pangan, Obat-obatan, Dan Kosmetik Majelis Ulama Indonesia (LPPOM MUI)

LPPOM MUI dibentuk oleh MUI pada 6 Januari 1989 untuk melakukan pemeriksaan dan sertifikasi halal. Hal ini sebagai bentuk jawaban atas keresahan masyarakat mengenai kasus lemak babi pada tahun 1988, dimana pemerintah memberikan mandat kepada MUI untuk meredakan kasus tersebut. Dalam proses sertifikasi halal, LPH LPPOM MUI melakukan kerjasama dengan berbagai Lembaga, salah satunya adalah BPOM. Dalam kerjasama dengan BPOM, sertifikasi halal MUI menjadi persyaratan dalam mencantumkan logo halal pada kemasan untuk produk yang beredar di Indonesia. Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM)

BPOM sendiri merupakan Lembaga pemerintah non-kementerian yang resmi dibentuk berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 103 Tahun 2000 dan telah mengalami perubahan melalui Keputusan Presiden Nomor 166 Tahun 2003. Badan ini hadir atas dasar pentingnya Indonesia untuk memiliki Sistem Pengawasan Obat dan Makanan (SisPOM) yang efektif dan efisien untuk mendeteksi, mencegah dan mengawasi produk-produk guna melindungi keamanan, keselamatan dan kesehatan konsumennya, baik di dalam maupun luar negeri. Sama dengan LPH LPPOM MUI, BPOM telah memiliki jaringan nasional dan internasional dengan kredibilitas profesional yang tinggi. Di samping itu, kewenangan penegak hukum, utamanya terkait dengan pengawasan peredaran produk ada dalam ranah BPOM. Ada dua cara yang dapat anda lakukan untuk mengecek produk ber-BPOM yaitu secara manual maupun online melalui situs resmi dan aplikasi cek BPOM. Ikuti cara di bawah ini! 1. Cara Cek Produk BPOM Manual

BPOM mempunyai kampanye nasional yang mengajak masyarakat untuk lebih kenal dengan program Cek KLIK (Cek Kemasan, Cek Label, Cek Izin Edar, dan Cek Kadaluarsa). Cek KLIK ini merupakan cara mengecek BPOM yang paling mudah ketika anda membeli suatu produk. Anda hanya perlu melihat detail pada kemasan produk yang anda beli, pada kemasan suatu produk harus tercantum izin edar nomor bpom yang valid, tanggal produksi dan kadaluarsa serta kandungan produk yang jelas, pastikan pula bahwa kemasan tidak rusak saat anda membelinya. 2. Cara Cek Produk BPOM Online di Situs dan Aplikasi Cek BPOM

Cara cek produk BPOM juga bisa dilakukan secara online melalui situs resmi https://cekbepom.pom.go.id/ melalui browser atau juga bisa melalui aplikasi Cek BPOM yang tersedia di APP Store dan Play Store. Ikuti langkah-langkah berikut,
- Buka laman website https://cekbepom.pom.go.id/ melalui browser atau instal dan buka aplikasi Cek BPOM.
- Klik menu produk dan pilih kategori.
- Pada layer akan muncul beberapa opsi pencarian kebutuhan mulai nomor registrasi, nama produk atau nama dagang, nama produsen /importir.
- Masukan kata kunci dan klik cari.
- Setelah itu, Anda akan diberikan detail mengenai produk secara lengkap mulai dari nama produk, nomor produk, bren, hingga tempat produk di produksi.

Meskipun sudah adanya hukum yang melindungi hak-hak yang mestinya didapatkan konsumen. namun, tetap saja banyak produsen nakal yang dapat menyembunyikan bahan-bahan yang kurang baik bahkan tidak halal, tidak mencantumkan informasi yang jelas pada produknya, bahkan ada yang belum memiliki izin edar dari lembaga yang terkait. Mengklaim bahwa produk mereka aman dan halal tanpa bukti yang jelas, karena itu anda harus memperhatikan komposisi yang terkandung dalam suatu produk dengan seksama, terutama produk yang mengandung tambahan kolagen dari ekstrak hewani di dalamnya. Produk yang sudah mendapatkan sertifikasi halal dan izin dari POM, memberikan kepastian bagi konsumen bahwa produk tersebut telah memenuhi standar kehalalan dan keamanan konsumsi yang ditetapkan oleh otoritas yang berwenang. Beberapa keuntungan yang akan Anda dapatkan jika mengkonsumsi produk tersebut, seperti: 1. Jaminan Kebersihan dan Kualitas Pada Produk

Produk yang telah lulus izin BPOM telah terjamin kesterilan dari proses produksi maupun kualitas dari bahan-bahan yang digunakan. Dipastikan tidak ada kandungan berbahaya yang terdapat pada produk tersebut dan proses yang sesuai dengan ketentuan. 2. Keamanan Produk yang Akan Dikonsumsi

Melalui proses pengujian yang ketat, POM menjamin produk yang akan beredar dipastikan aman untuk dikonsumsi masyarakat. Dengan tetap memperhatikan aturan pakai tiap produk sesuai dengan ketentuan yang telah tercantum pada kemasan produk. 3. Produk Tersebut Sudah Terjamin Halal

Bagi masyarakat muslim tidak perlu was-was akan kehalalan dari produk yang akan dikonsumsi, karena kandungan dan takaran dari produk-produk tersebut telah terjamin kehalalannya oleh MUI melalui tes dan ujicoba sesuai dengan pedoman, ketentuan, syariat dan hukum islam. 4. Kemudahan Mengidentifikasi Produk

Kemudahan dalam mengidentifikasi produk membuat konsumen dapat memilih produk-produk yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Tanpa adanya rasa bimbang dan khawatir akan kebutuhan mereka yang tidak sesuai dengan beberapa kandungan produk.