fbpx

Mengapa Setelah Cukur Tidak Boleh Menggunakan Underarm atau Deodorant?

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit. Ut elit tellus, luctus nec ullamcorper mattis, pulvinar dapibus leo.

Kenali alasan mengapa sebaiknya Anda menghindari penggunaan underarm atau deodorant setelah mencukur.

Cukuran area ketiak adalah rutinitas kecantikan yang umum dilakukan oleh banyak orang. Namun, setelah melakukan cukuran, penggunaan underarm atau deodorant dapat memberikan beberapa risiko dan ketidaknyamanan. Artikel ini akan menjelaskan mengapa sebaiknya kita mempertimbangkan untuk tidak menggunakan produk ini setelah melakukan cukuran dan memberikan alternatif yang lebih aman.

Beberapa alasan mengapa setelah mencukur tidak boleh menggunakan underarm atau deodorant, yaitu:

  1. Iritasi Kulit: Setelah proses cukuran, kulit di area ketiak menjadi lebih sensitif. Penggunaan underarm atau deodorant yang mengandung bahan kimia atau pewangi dapat menyebabkan iritasi dan sensasi terbakar pada kulit yang baru dicukur.
  2. Resiko Infeksi: Cukuran dapat menciptakan mikro luka kecil pada kulit, meningkatkan risiko infeksi bakteri. Penggunaan deodorant yang mengandung bahan kimia dapat memberikan media yang ideal bagi bakteri untuk berkembang, memperparah risiko infeksi.
  3. Bahan Kimia yang Merugikan: Banyak underarm atau deodorant mengandung bahan kimia seperti alkohol, pewangi, dan bahan pengawet. Penggunaan produk dengan bahan-bahan ini pada kulit yang baru dicukur dapat menyebabkan reaksi alergi atau iritasi.
  1. Menghambat pertumbuhan bulu ketiak: Bulu ketiak tumbuh dari folikel rambut. Folikel rambut terletak di bawah lapisan kulit. Penggunaan underarm atau deodorant dapat menghambat pertumbuhan bulu ketiak dengan cara menutup folikel rambut.

Jika Anda ingin menggunakan underarm atau deodorant setelah mencukur, sebaiknya tunggu setidaknya beberapa jam. Biarkan kulit ketiak Anda sembuh terlebih dahulu sebelum menggunakan underarm atau deodorant.

Alternatif Setelah Cukuran:

  1. Menunggu Beberapa Jam: Beri waktu pada kulit untuk pulih setelah cukuran sebelum menggunakan underarm atau deodorant. Ini dapat membantu mengurangi risiko iritasi dan infeksi.
  2. Gunakan Produk Alami: Pilihlah underarm atau deodorant yang mengandung bahan-bahan alami, bebas dari pewangi sintetis, alkohol, dan bahan kimia keras lainnya.
  3. Aplikasi Lembut: Saat mengaplikasikan underarm atau deodorant, lakukan dengan lembut dan hindari menggosok produk secara kasar pada kulit yang baru dicukur.
  4. Alternatif Alami: Gunakan alternatif alami seperti bedak maizena atau minyak kelapa untuk membantu menjaga kebersihan dan kesegaran di area ketiak.
  5. Hindari Penggunaan pada Kulit yang Terluka: Jika terdapat iritasi, luka, atau lecet setelah cukuran, sebaiknya hindari penggunaan produk apapun hingga kulit sepenuhnya pulih.

Penutup

Menggunakan underarm atau deodorant setelah cukuran dapat membawa risiko iritasi dan infeksi pada kulit yang sensitif. Pilihan alternatif yang lebih aman dan alami dapat membantu menjaga kebersihan dan kesehatan kulit tanpa menyebabkan ketidaknyamanan. Dengan memilih dengan bijak dan memberikan perhatian khusus setelah cukuran, kita dapat merawat kulit ketiak dengan lebih baik.

Copyright 2023 Beauty of Angel. All Right Reserved

Facebook
Twitter
LinkedIn
Pinterest
Telegram
Artikel Terkait
Open chat
Hello,
Can we help you?